Results found for ""

Pages (353)

  • Dexa-Medica, PT

    Strong Commitment in Research and Development with a Track Record of Succesful Commercialisations The Partner of Choice of Many Global Pharma Companies Rhinos SR utilizes the multiparticulate technology, launched in 1999 Diversified, Extensive And Compliant Manufacturing Capabilities News Achievements Obat Modern Asli Indonesia Dexa Group Makin Dikenal Dunia Lewat Hannover Messe 2021 13 April 2021 Keberpihakan terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mendapatkan dukungan. Webinar Universitas Pertahanan: Obat Modern Asli Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan 9 April 2021 Webinar "Optimalisasi Biodiversitas Indonesia untuk Penanganan COVID-19" oleh Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI. Kepolisian RI dan Tenaga Kesehatan Lakukan Vaksin & Jaga Imun Tubuh 5 April 2021 Petugas polisi dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan vaksin Covid-19 perlu mendapatkan perlindungan maksimal. ASIMOR Dukung Sukses Pemberian ASI Eksklusif 30 April 2021 HUT ke-1, HerbaASIMOR Terus Dukung Pemberian ASI Eksklusif 100%. Dexa Group Raih Indonesia Public Relation Award 2021 >> Pimpinan Dexa Group Menerima Penghargaan Most Admired CEO 2020 >> Dexa Medica Raih Penghargaan Tertinggi Inovasi >> Dexa Group Raih Penghargaan dari LPPOM MUI >> Stimuno Raih Indonesia Best Pharmacy Brand Award 2021 >> Partnership With Us Dexa’s own pharmaceutical portfolio has gained recognition globally with tremendous success in different continents. Pharmaceuticals International Business Consumer Health Manufacturing Capability Our diverse and international standard compliant manufacturing capability supports the domestic and international commercialisation that confers Dexa’s dominant position. Solid and Production Cephalosporin PT Dexa Medica, Palembang API Production PT Dexa Medica, Cikarang Solid Production High Volume Products PT Beta Pharmacon, Karawang Dexa Group Career Working at Dexa At Dexa Group, we put the right people in the right place based on their passion and competency Apply Now >> Explore Dexa Major Products

  • Dexa-Medica, PT

    Strive For Excellence A commitment to providing the best possible added values to our internal and external customer while exercising prudence and emphasizing compliance at all time All 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 arrow&v Stimuno Raih Indonesia Best Pharmacy Brand Award 2021 Pimpinan Dexa Group Menerima Penghargaan Most Admired CEO 2019 Executive Director DLBS Masuk dalam Daftar Peneliti Terbaik SINTA 2020 Dexa Group Raih Indonesia Public Relations Award 2021 Dexa Medica Raih Penghargaan Tertinggi Inovasi, Presiden Jokowi: Indonesia Butuh Inovator Kesehatan STIMUNO Kembali Raih Top Brand 2020 Terus Berinovasi di Tengah Krisis, Pimpinan Dexa Group Menerima Penghargaan Most Admired CEO 2020 Konsisten Implementasikan Sistem Jaminan Halal, Dexa Group Raih Penghargaan dari LPPOM MUI Dexa Group Menerima Dua Apresiasi dari Kementerian Perindustrian RI 1 2 3 4 5 1 ... 1 2 3 4 5 6 ... 6

  • Dexa Medica Raih BPOM’s Award

    Home About us About Dexa Medica History Vision Mission Core Business Research Manufacturing Products OTC Ethical Alliance Why Partner with Us Collaborating with Us Media News Achievements Press Release Publication Dharma Dexa About Dharma Dexa News Dharma Dexa Dexa Scholarship Contact Us General Questions Medical Inquiries Product Complaint Reporting Pharmacovigilance More Dexa Medica Raih BPOM’s Award 28 Februari 2017 Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia memberikan penghargaan kategori pelaku usaha kepada PT Dexa Medica, di Balai Kartini, pada Selasa, 28 Februari 2017. Penghargaan tersebut diberikan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dan diterima oleh Direktur Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Raymond Tjandrawinata disaksikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. Penghargaan yang diterima merupakan apresiasi dari BPOM karena Dexa Medica telah mendukung pengembangan bahan baku ekstrak dan produk fitofarmaka. Turut hadir dalam acara tersebut President Director Dexa Medica, Ferry Soetikno. ​ Kepala BPOM RI menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan dengan semangat kemitraan kepada pihak-pihak baik dari kementerian/lembaga, instansi, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, serta media yang selama ini berperan aktif turut melakukan pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Penghargaan dari BPOM merupakan kali kedua setelah sebelumnya di tahun 2015 menerima penghargaan Inovasi Pengembangan Obat Dalam Negeri. PT Dexa Medica sangat berkomitmen dalam pengembangan obat-obatan berstandar fitofarmaka. Empat dari delapan obat-obatan fitofarmaka di Indonesia telah diproduksi oleh PT Dexa Medica yakni Inlacin, Stimuno, Levitens, dan Resindex. ​ Dalam acara yang bertemakan “Membangun Inovasi dan Kemitraan Mendukung Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan” tersebut, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan dukungan dari segenap komponen bangsa terhadap aksi pengawasan obat dan makanan. “Karena itulah hari ini Badan POM kembali mengukuhkan kemitraan dengan berbagai instansi, sebagai bagian dari upaya peningkatan pengawasan obat dan makanan,” terangnya. ​ Kemitraan tersebut ditegaskan dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan: (1) Kejaksaan Agung tentang Kerja Sama dan Koordinasi Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Badan POM, terutama penegakan hukum tindak pidana di bidang Obat dan Makanan; (2) Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi untuk bersama memberdayakan masyarakat desa di bidang keamanan pangan; (3) Kementerian Dalam Negeri tentang Kerja Sama Pemanfaaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan, dan KTP Elektronik Dalam Lingkup Tugas Badan POM; dan (4) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), untuk bekerja sama di bidang pengawasan dan pembinaan dalam rangka peredaran obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan aman di Pasar Rakyat. Corporate Communications Dexa Medica

View All

News (262)

  • ASIMOR Dukung Sukses Pemberian ASI Eksklusif

    Memasuki bulan Ramadan, ibu menyusui atau mamsi sering dilanda kekhawatiran terkait kecukupan produksi ASI yang dibutuhkan si buah hati. Padahal hal ini bisa diatasi dengan melakukan sejumlah persiapan, sehingga walaupun tengah berpuasa namun kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi tetap terjaga. Dalam acara HUT ASIMOR ke-1 bertajuk FESTIVAL 100% ASIMOR yang diselenggarakan pada Jumat, 30 April 2021, menghadirkan narasumber dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A., IBCLC , Head of Marketing Consumer Health Dexa Ibu Irene Dwi Sari, serta penyanyi Mhyta Lestari sebagai narasumber yang mewakili para ibu menyusui atau Mamsi. Dalam webinar tersebut, dr. Wiyarni Pambudi menyampaikan bahwa setidaknya ada empat kondisi yang bisa memicu produksi ASI seorang mamsi. Pertama, ibu dan bayi harus melakukan kontak kulit ke kulit sesering mungkin karena hal tersebut sangat merangsang produksi ASI. “Cara menyusui yang optimal justru dimulai di 1-7 hari awal bayi lahir. Di rumah sakit sebaiknya ibu dan bayinya tidak dipisahkan sehingga bisa sering melakukan kontak kulit ke kulit. Dengan begitu si ibu bisa mendapat stimulasi untuk memproduksi ASI dan bayi bisa mendapatkan ASI setiap saat ingin menyusu,” kata dr. Wiyarni di acara webinar tersebut. Kedua, suami dan keluarga harus bisa membantu menciptakan suasana nyaman dan bahagia bagi mamsi secara fisik dan psikis. Karena dengan pikiran yang rileks dan fisik yang sehat maka tubuh akan percaya diri dan lancar memproduksi ASI. “Seorang ibu yang bahagia, hormon oksitosinnya tinggi. Hal tersebut memperlancar keluarnya ASI. Hal itu harus diimbangi dengan menyusui si bayi sehingga hormon prolaktin yang memproduksi ASI juga bisa tetap tinggi. Tidak benar itu kebiasaan menyusui secara terjadwal, karena itu hanya akan menghambat produksi ASI,” kata dr. Wiyarni. Ketiga, sang ibu dan orang-orang di sekitarnya harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ASI. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan selama proses menyusui. Keempat, menjaga nutrisi yang cukup bagi tubuh di bulan puasa sehingga jumlah dan kualitas ASI yang diproduksi tetap baik. Kalau perlu, mamsi juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga produksi ASI. “Puasa jangan menjadi halangan bagi ibu menyusui. Silakan berpuasa dan tetap menyusui dengan memenuhi gizi yang seimbang, dan jangan lupa banyak minum. Kalau ibu berpuasa tetapi asupannya baik lalu dibantu dengan mengonsumsi suplemen maka tidak ada penurunan kualitas ASI. Bahkan kadar vitamin dalam ASI bisa meningkat,” jelasnya. Menurut Ibu Irene Dwi Sari, Dexa Group melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), para saintis melakukan penemuan terkini dan telah melakukan serangkaian pengujian dan memprosesnya dengan teknologi modern tanaman katuk, torbangun, serta ikan gabus dalam Herba ASIMOR yang merupakan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Kandungan ASIMOR yang terdiri dari daun katuk, memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga membuat produksi ASI melimpah. Sementara daun Torbangun dapat meningkatkan sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga ASI meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu dan manfaat Ikan Gabus dapat meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga produksi ASI meningkat, mempercepat penyembuhan setelah operasi caesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Tidak hanya melalui penelitian di hulu, di hilir setelah produk itu jadi dan akan dipasarkan, kami juga telah melakukan pengujian di sejumlah mamsi. Dari hasil ini diperoleh bahwa 8 dari 10 Mamsi merasakan peningkatan volume ASI dalam 2-3 hari setelah 2 minggu konsumsi. Selain itu, 50% Mamsi menghasilkan ASI 75 - 120 ml sekali pompa. Dalam dua minggu, 25% dari mamsi menyatakan bahwa terjadi penurunan durasi pompa ASI dari rata-rata 30 menit di minggu pertama, menjadi rata-rata 20 menit di minggu kedua setelah mengkonsumsi Herba ASIMOR,” jelas Ibu Irene. Manfaat ASIMOR lainnya yang diperoleh lainnya adalah kualitas tidur bayi terlihat membaik secara signifikan, terutama di minggu kedua. Bahkan, sebagian besar bayi buang air kecil atau pipis lebih dari enam kali sehari dan angka tersebut meningkat dari 52% - sebelum Mamsi mengkonsumsi Herba ASIMOR menjadi sekitar 82%. Lebih spesifik, dalam waktu 2 minggu, berat badan bayi laki-laki rata-rata naik sebanyak 0.51 kg atau sedikit lebih tinggi dari rata-rata dan pada bayi perempuan naik sebanyak 0.34 kg (dalam range normal). “Dengan sejumlah manfaat tersebut, penggunaan ASIMOR ternyata tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi dan produksi ASI. Jauh lebih itu, biaya atau pengeluaran untuk memeliharan produksi ASI menjadi hemat, dan juga pemberian ASI eksklusif menghasilkan kedekatan emosional antara Ibu dan bayi,” terang Ibu Irene. Karena itu, untuk memberikan dukungan Mamsi dalam memberikan ASI eksklusif bagi buah hati, di HUT ASIMOR ini digelar Festival 100% ASI for MORe. Festival ini berangkat dari insight bahwa Mamsi memiliki banyak kekhawatiran akan kebutuhan yang harus dia penuhi untuk memberikan 100% kepada bayinya. Festival 100% ASI for MORe adalah festival di mana Mamsi dapat memiliki 100 item yang dapat meningkatkan perjalanan Mamsi untuk memberikan 100% ASI hanya dengan 100 rupiah di Dexa Medica Official Store. Selain itu, Herba Asimor juga mengeluarkan kemasan botol isi 60 kaplet yang kini lebih praktis untuk bisa memberikan dukungan penuh kepada Mamsi selama 1 bulan. Informasi selengkapnya: Sonny Himawan Head of Corporate Communications Dexa Group soni.himawan@dexagroup.com

  • Obat Modern Asli Indonesia dari Dexa Group Makin Dikenal Dunia Lewat Hannover Messe 2021

    Indonesia menjadi Official Partner Country dalam ajang Hannover Messe 2021. Selama 72 tahun penyelenggaraan Hannover Messe, sektor kesehatan tampil untuk pertama kalinya di tahun ini dan Dexa Group turut ambil bagian. Dexa Group mengusung produk kebanggaan hasil inovasi anak bangsa, Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang ditampilkan dalam pameran bergengsi dunia Hannover Messe 2021. Hannover Messe 2021 mengangkat tema “Digital Transformation” yang berlangsung pada 12-16 April 2021. Selaku Official Partner Country, Indonesia mengusung tema “Making Indonesia 4.0” untuk mempromosikan Peta Jalan Making Indonesia 4.0 sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. "Tema Hannover Messe 2021 adalah “Transformasi Teknologi” sangat relevan dengan situasi pandemi saat ini. Dan, di masa pandemi, transformasi teknologi khususnya teknologi digital semakin penting. Transformasi teknologi yang menciptakan momentum bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi namun sekaligus melakukan lompatan besar ke depan," kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan pembukaan Hannover Messe, Senin (12/4/2021). Presiden Jokowi kemudian menekankan pentingnya penguatan riset untuk mendukung pengembangan industri 4.0. Kanselir Jerman Angela Merkel yang juga memberikan sambutan pembukaan menyatakan siap menjadi mitra Indonesia. Sementara itu Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan ini adalah pertama kalinya sektor kesehatan mengambil peran penting dalam Hannover Messe. Menkes juga memaparkan tentang Instruksi Presiden RI No 6 Tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan kesehatan. "Kami (Indonesia) akan menampilkan penemuan baru kami dalam industri farmasi dan alat kesehatan, sesuai dengan tema yang diusung Indonesia yakni Membuat Indonesia 4.0," ujar Menkes. Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi RI, Prof Bambang Brodjonegoro, yakin bahwa ajang Hannover Messe bisa menjadi media untuk bertemu mitra internasional. "Kementerian kami sangat bangga mengekspos sejumlah prestasi dari Inovasi Indonesia yang akan mendukung Revolusi Industri 4.0," ungkap Menristek. Kemudian Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, Indonesia memiliki outlook ekonomi yang prospektif dan menjadi rumah bagi 270 juta orang, dengan 70,7 persen di antaranya berada dalam usia produktif. “Kami berharap melalui Hannover Messe 2021 akan membuka pandangan dunia terhadap potensi besar Industri Indonesia dalam menjalin kemitraan menuju Industri 4.0,” kata Menperin. Sebagai perusahaan farmasi terkemuka Indonesia yang telah melakukan ekspor ke 4 benua, Dexa Group turut berpartisipasi dalam ajang ini. Melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica, Dexa Group mengembangkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) dari bahan biodiversitas Nusantara. Direktur Dexa Intenational Business Bapak Anndy Sinarta Sembiring menekankan keikutsertaan Dexa Group dalam Hannover Messe 2021 menjadi momen yang berharga bagi Dexa Group sendiri dan bagi Indonesia. "Ini kesempatan bagi sektor kesehatan Indonesia, khususnya perusahaan farmasi Dexa Group, kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki produk farmasi hasil inovasi anak bangsa," kata Bapak Anndy. Advisor Dexa Intenational Business Ibu Gracianti Soetikno menambahkan OMAI yang ditampilkan untuk ajang Hannover Messe 2021 adalah produk inovasi sebagai diferensiasi Dexa Group. "Produk inovasi OMAI, merupakan produk alternatif untuk mendukung kemandirian farmasi dalam negeri dari ketergantungan impor bahan baku farmasi. Harapannya, melalui ajang ini, produk farmasi Indonesia dikenal dunia melalui OMAI," jelas Ibu Gracianti. Booth digital Dexa Medica dapat dikunjungi pada laman hannovermesse.de dengan kata kunci pencarian "Dexa Medica" atau silakan klink link berikut: https://www.hannovermesse.de/exhibitor/dexa-medica/N1460072. Pada laman itu Dexa Medica menampilkan 9 produk OMAI, yakni: 1. Inlacin yang dikembangkan dari fraksi bioaktif tanaman bunggur (Lagerstroemia speciosa) dan kayu manis (Cinnamomum burmanii) yang teruji klinis mampu menurunkan kadar gula darah. 2. Disolf yang dikembangkan dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) yang teruji klinis membantu sirkulasi darah. 3. Redacid yang dikembangkan dari fraksi bioaktif kayu manis (Cinnamomum burmanii) yang teruji klinis mampu membantu mengatasi gangguan lambung 4. Stimuno yang dikembangkan dari fraksi bioaktif meniran hijau (Phyllanthus niruri) dan telah teruji klinis selama 17 tahun mampu memperbaiki sistem imun atau sebagai imunomodulator. 5. HerbaAsimor yang dikembangkan dari daun katuk (Sauropus androgynus folium), daun torbangun (Coleus amboinicus), dan ekstrak ikan gabus (Channa striata) yang mampu meningkatkan produksi ASI serta membantu pemulihan pasca-melahirkan. 6. Inbumin yang dikembangkan dari ekstrak ikan gabus (Channa striata), dapat membantu proses penyembuhan luka pasca-operasi. 7. HerbaPoten yang dikembangkan dari ekstrak tanaman tongkat ali (Eurycoma longifolia), mampu meningkatkan stamina dan performa seksual pria. 8. Dismeno yang dikembangkan dari ekstrak tanaman mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan. 9. Herbakof yang dikembangkan dari ekstrak daun legundi (Vitex trifolia folium), jahe (Zingiber officinale), daun saga (Abrus precatorius folium) dan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), mampu membantu meredakan batuk.

  • Webinar Universitas Pertahanan: Obat Modern Asli Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan

    Obat Herbal Terstandar (OHT) ataupun Fitofarmaka, yang kini disebut sebagai Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) berasal dari biodiversitas Indonesia, dapat berperan sebagai produk untuk ketahanan kesehatan nasional. Demikian diskusi yang mengemuka dalam webinar "Optimalisasi Biodiversitas Indonesia untuk Penanganan COVID-19" yang dsielenggarakan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI. "Sekarang penamaan Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka kita sebut sebagai OMAI, Obat Modern Asli Indonesia, karena ini mempunyai bukti ilmiah. Bapak Presiden Jokowi sudah mengajak untuk mereformasi sistem kesehatan nasional dengan mengetengahkan berinovasi dan tentunya Bapak Menristek, Prof Bambang Brodjonegoro melakukan banyak sekali terobosan, salah satunya meneliti Obat Modern Asli Indonesia," papar Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr Raymond Tjandrawinata dalam webinar yang berlangsung pada Kamis (8/4/2021). Tak hanya diteliti, OMAI juga harus masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Formularium Nasional. Hal tersebut senada dengan arahan Menristek seperti disampaikan Dr Raymond. "Belum ada 1 obat herbal pun yang masuk formularium nasional, padahal Indonesia kaya akan tanaman obat. Ini PR kita bersama," imbuh Dr Raymond. Beliau kemudian memaparkan sederet OMAI yang terbukti memiliki khasiat sama dengan obat berbahan baku kimia. Di antaranya adalah Redacid yang memiliki khasiat sama dengan Omeprazole untuk mengatasi gangguan asam lambung, Inlacin dengan khasiat menurunkan gula darah, hingga HerbaPAIN yang dikembangkan dari Mahkota Dewa dan mampu membantu menghilangkan nyeri. "OMAI sangat digemari para dokter di Kamboja, Vietnam, Filipina. Saya melakukan webinar dengan para dokter di negara-negara tersebut," ujar dia. Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya TNI Dr. Amarulla Octavian, ST., M.Sc. dalam sambutan pembukaan juga menekankan pentingnya mengolah biodiversitas Indonesia untuk ketahanan kesehatan. Biodiversitas Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. "Kuliah Pakar kali ini akan mengangkat tema Optimalisasi Biodiversitas Indonesia untuk Penanganan COVID-19 dan untuk kesehatan khususnya, dan ketahanan kesehatan pada umumnya. Perlu kiranya kita mengingat kembali COVID-19 bukan satu-satunya yang kita hadapi, ada penyakit menular lain seperti TBC, Malaria, dan lainnya," ungkap Laksdya Amarulla. Hal senada juga disampaikan oleh Plh. Dekan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S. Menurut beliau, kemandirian farmasi sangat penting bagi ketahanan nasional. Kemudian Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, apt. Dra. Reri Indriani menegaskan dukungan pihaknya untuk pengembangan biodiversitas. Hadir pula sebagai pembicara yakni Manager Produksi PT Indofarma, apt. Drs. Eko Dodi Santoso, yang menyatakan pihaknya juga tengah mengembangkan obat dari biodiversitas. Hal menarik ketika Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Ibrahim Jantan, yang memaparkan tanaman Pyllanthus amarus sebagai imunosupresan. Paparan itu kemudian ditanggapi oleh Dr Raymond bahwa di Indonesia, tanaman Pyllanthus niruri (meniran hijau) diolah menjadi imunomodulator yang telah 17 tahun teruji klinis (Fitofarmaka) yakni STIMUNO.

View All