Pages (332)
    • Dexa-Medica, PT

      Strong Commitment in Research and Development with a Track Record of Succesful Commercialisations The Partner of Choice of Many Global Pharma Companies Rhinos SR utilizes the multiparticulate technology, launched in 1999 Diversified, Extensive And Compliant Manufacturing Capabilities News Universitas Airlangga: Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia Pada webinar yang berlangsung pada Rabu, 9 September 2020 ini dibahas mengenai peran penting apoteker dalam mengembangkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Diskusi Manfaat Herbal untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Diskusi "Kondisi Jamu dan Kegunaan Jamu untuk Kesehatan di Masa Pandemik Covid-19” bersama BPOM dan GP Farmasi dipaparkan mengenai manfaat herbal di tengah pandemi Covid-19. Dexa Medica Edukasi Frontliners untuk Jeli Ambil Peluang di Masa Pandemi Webinar ini diselenggarakan bersama Oxyvit dan Stimuno pada Sabtu, 8 Agustus 2020. Teruji Klinis Kurangi Resistensi Insulin, OMAI Inlacin Gelar Webinar di Filipina Webinar bertajuk "Taking Control of Diabetes: Novel Discoveries on Cinnamon and Banaba as partners for Diabetes Management" membahas produk Inlacin sebagai salah satu OMAI. Achievements Executive Director DLBS Masuk dalam Daftar Peneliti Terbaik SINTA 2020 >> STIMUNO Kembali Raih Top Brand 2020 >> Pemerintah Apresiasi Riset dan Pengembangan Farmasi Dexa Group >> Dexa Group Raih Penghargaan dari LPPOM MUI >> Dexa Group Menerima Dua Apresiasi dari Kementerian Perindustrian RI >> Partnership With Us Dexa’s own pharmaceutical portfolio has gained recognition globally with tremendous success in different continents. Pharmaceuticals International Business Consumer Health Manufacturing Capability Our diverse and international standard compliant manufacturing capability supports the domestic and international commercialisation that confers Dexa’s dominant position. Solid and Production Cephalosporin PT Dexa Medica, Palembang API Production PT Dexa Medica, Cikarang Solid Production High Volume Products PT Beta Pharmacon, Karawang Dexa Group Career Working at Dexa At Dexa Group, we put the right people in the right place based on their passion and competency Apply Now >> Explore Dexa Major Products Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here Buy Here

    • Ketoconazole Krim

      Home About us Core Business Products Alliance Media Dharma Dexa Contact Us More Ketoconazole Krim Krim KOMPOSISI Setiap gram krim mengandung: Ketoconazole 20 mg INDIKASI Untuk pengobatan topikal infeksi dermatophyte pada kulit seperti tinea corporis, tinea cruris, tinea manus, tinea pedis yang disebabkan oleh Trichopyton mentagrophytes, Microsporum canis dan Epidermophyton floccosum. Dapat juga digunakan untuk pengobatan Candidosis cutis dan tinea (pitiriasis) versicolor. DOSIS DAN CARA PEMBERIAN Tinea corporis: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi selama 3-4 minggu. Tinea cruris: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi selama 2-4 minggu. Tinea pedis: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi selama 4-6 minggu. Tinea versicolor: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi selama 2-3 minggu. Tinea manus: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi. Infeksi ragi: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi selama 2-3 minggu. Dermatitis seboroik: oleskan sekali sehari pada area yang terinfeksi selama 2-4 minggu. Terapi penunjang dermatitis seboroik: oleskan 1 atau 2 kali seminggu. Pengobatan harus dilanjutkan untuk beberapa waktu, sedikitnya sampai beberapa hari setelah gejala hilang. KONTRAINDIKASI Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap komponen dari produk ini. PERINGATAN DAN PERHATIAN Jika terjadi iritasi, penggunaan obat ini harus dihentikan Keamanan dan efektivitas penggunaan pada anak-anak masih belum dikatahui. Tidak digunakan pada sekitar daerah mata Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui. Untuk mencegah “rebound effect” pada pasien yang menggunakan kortikosteroid topikal jangka panjang, dianjurkan untuk melanjutkan penggunaan kortikosteroid topikal bersamaan dengan ketoconazole topikal dan secara bertahap dosis kortikosteroid topikal dapat diturunkan selama 2-3 minggu sebelum dihentikan. EFEK SAMPING Iritasi kulit yang terlokalisir. KEMASAN Kotak, tube @ 5 gram Kotak, tube @ 10 gram Kotak, 12 tube @ 10 gram

    • Presdir Dexa Medica Memperoleh ‘International Distinguished Alumni Award’

      Home About us Core Business Products Alliance Media Dharma Dexa Contact Us More Presdir Dexa Medica Memperoleh ‘International Distinguished Alumni Award’ 19 Mei 2016 President Director PT. Dexa Medica, Ir. Ferry Soetikno, M.Sc., MBA. memperoleh penghargaan “International Distinguished Alumni Award” dari Joseph M. Katz Graduate School of Business – University of Pittsburgh, Pennsylvania. Penghargaan diberikan langsung oleh The Henry E. Haller Jr. Dean of Joseph M. Katz Graduate School of Business and College of Business Administration - University of Pittsburgh, Mr. Dr. Arjang Assad, pada Jumat, 13 Mei 2016 di Titan Theater, Titan Center, Bintaro. ​ Penghargaan ini diberikan kepada Ferry Soetikno sebagai alumni University of Pittsburgh tahun 1987, yang dinilai memiliki prestasi luar biasa dalam hal ‘Business Leadership.’ Ada tiga kriteria yang harus dimiliki oleh alumni Joseph M. Katz Graduate School, agar mendapatkan award ini, yaitu: 1. Berada pada top level management, 2. Mampu memberikan pengaruh positif kepada komunitas, 3. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan di Joseph M. Katz Graduate School. ​ Hadir pada acara ini, co-Founder Dexa Medica, Ibu Hetty Soetikno, Direksi dan Manager Dexa Medica. Juga hadir mantan Kepala BPOM, Ibu Dra. Kustantinah Apt. M. App.Sc. Rangkaian acara penghargaan ini, adalah: ‘Professional Seminar’ menampilkan Dr. Arjang Assad dan Prof. Ir. Roy Sembel, MBA., Ph,D. (Dekan IPMI International Business School, Jakarta)- yang juga alumni dari Joseph M. Katz Graduate School of Business - University of Pittsburgh, dan penyerahan International Distinguished Alumni Award. ​ Dr. Arjang Assad membahas dua topik, yaitu: ‘An overview of the University of Pittsburgh’s MBA Program’ dan ‘Operations Research and Distribution Management: Theory and Practice.’ Ikut hadir: Dr. John T. Delaney (The Henry E. Haller Jr. Dean Emeritus and Professor of Business Administration) dan Jim Waite, M.B.A., M.Sc. (Director of Alumni and Constituent Relations). ​ Menurut Dr. Arjang Assad bahwa ‘Katz Graduate School of Business and College of Business Administration - University of Pittsburgh’ yang didirikan pada 1960 ini, telah memiliki lebih dari 30.000 alumni yang tersebar di 88 negara, termasuk diantaranya lebih dari seribu orang yang telah menjadi CEO perusahaan di berbagai negara. Corporate Communications Dexa Medica

    View All
    Blog Posts (243)
    • Universitas Airlangga: Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia

      Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menggelar webinar bertajuk "Tantangan & Peluang bagi Apoteker dalam Pengembangan Obat Tradisional Indonesia untuk Immunomodulator". Pada webinar ini dibahas mengenai peran penting apoteker dalam mengembangkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Molecular Pharmacologist Dexa Laboratories of Biomolecular Science (DLBS) PT Dexa Medica, Bapak Dr Raymond Tjandrawinata menjadi salah satu pembicara dalam webinar ini. Hadir pula Direktur RSUD Syaiful Anwar Malang, Bapak Dr dr Kohar Hari Santoso; Guru Besar Psikologi Klinis FK Unair, Bapak Prof Dr apt. Suprapto Maat; dan Dosen Fakultas Farmasi Unair, Ibu Dr apt Idha Kusumawati dalam webinar yang berlangsung pada Rabu, 9 September 2020. Dr Raymond menyampaikan bahwa dalam pengembangan fitofarmaka tentunya dibutuhkan waktu dan upaya pencarian bahan baku yang terstandarisasi. Oleh karena itu PT Dexa Medica terus menggalakkan pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka agar kualitas obat yang dihasilkan teruji secara pra-klinis maupun klinis. "Yang belum kita dapatkan adalah penggunaan oleh pemerintah, (terhadap) OMAI ini. Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka ini seharusnya bisa digunakan di faskes-faskes di manapun di Indonesia," kata Dr Raymond. Salah satu kendala penggunaan OMAI dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah aturan yang menghalangi obat berbahan alam masuk dalam Formularium Nasional. Padahal, kata Dr Raymond, ketergantungan bahan baku obat impor bisa dikurangi jika pemerintah memasukkan OMAI dalam JKN. "Kalau masuk JKN, harus Obat Herbal Terstandar atau Fitofarmaka dan industri harus melakukan forecasting, harus memperkirakan produknya setahun ke depan. Sehingga industri harus melakukan perencanaan dengan baik," ungkap Dr Raymond. Dengan demikian adalah peran apoteker dalam melakukan perencanaan di industri farmasi. Perencanaan yang baik oleh apoteker akan menjamin ketersediaan bahan baku. Senada dengan Dr Raymond, Prof Suprapto Maat menilai bahwa pengembangan Fitofarmaka memerlukan biaya yang besar. Permasalahannya kemudian adalah, hasil riset tersebut tidak sebanding dengan penjualan yang didapatkan kemudian. "Harus ada dukungan klinisi. Suara klinisi sangat menentukan sekali. Sama seperti yang kita kenal, STIMUNO, itu didukung klinisi terutama uji kliniknya," ungkap Prof Suprapto. Prof Suprapto merupakan peraih Habibie Award yang mengembangkan meniran menjadi imunomodulator. Penelitian itu kemudian memasuki uji klinis fase 3 yang bekerja sama dengan PT Dexa Medica sehingga menghasilkan produk STIMUNO. "Sekarang ini, apalagi kalau memperhatikan tayangan televisi, hampir semua produk herbal (diklaim) meningkatkan daya tahan tubuh. Ada jahe meningkatkan daya tahan tubuh, susu, ini bagaimana apakah ini tidak jadi perhatian? Seharusnya sesuatu yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh harus diuji terlebih dahulu," ujar Prof Suprapto. Menurut Prof Suprapto, STIMUNO telah teruji klinis pada pasien TBC. Prof Suprapto juga menegaskan tak ada kaitan antara konsumsi imunomodulator dengan penyakit autoimun. Sehingga konsumsi imunomodulator tetap aman. Dr Raymond kemudian menambahkan, adalah peran apoteker sebagai garda terdepan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Peran apoteker pula untuk memastikan ketersediaan imunomodulator di seluruh apotek untuk menjaga daya tahan tubuh dalam upaya pencegahan penyakit. Sementara itu dr Kohar yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur periode 2015-2019 menjelaskan, di daerahnya telah disusun regulasi untuk obat tradisional. Regulasi tersebut sudah dalam tahap harmonisasi untuk diajukan ke pemerintah pusat. "Tujuannya untuk menjamin khasiat manfaat produk obat tradisional dan juga menjaga warisan budaya," kata dr Kohar. Pengembangan obat berbahan alam tentunya harus dijaga kualitas bahan bakunya. Hal ini ditekankan oleh Dr Idha, bahwa apoteker harus mampu menjaga kualitas bahan baku untuk kemudian diolah menjadi obat. "Kunci utama mendapatkan produk berkualitas adalah di dalamnya, penjamin mutu satu-satunya adalah apoteker. Ini adalah peluang apoteker untuk menjadi penyedia bahan baku yang berkualitas," tutur Dr Idha.

    • Diskusi Manfaat Herbal untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

      Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan GP Jamu menggelar diskusi virtual bertajuk "Kondisi Jamu dan Kegunaan Jamu untuk Kesehatan di Masa Pandemik Covid-19”. Pada diskusi tersebut dipaparkan mengenai manfaat herbal di tengah pandemi Covid-19. Dis kusi tersebut menghadirkan pembicara yakni Kepala Badan POM, Ibu Dr Penny K Lukito; Molecular Pharmacologist Dexa Group, Bapak Dr. Raymond Tjandrawinata; Ketua Umun GP Jamu, Ibu Dwi Ranny Pertiwi Zarman; Wakil Ketua Umum GP Jamu Bidang Industri Jamu, Bapak Jony Yuwono; Sekjen GP Jamu, Bapak Dr. (Cand) drh. H. Rusdiyanto; dan Direktur Utama PT Indofarma Tbk, Bapak Arief Pramuhanto. Adapun moderator dalam acara ini adalah Wakil Ketua Umum GP Jamu, Bapak Thomas Hartono. Pada kesempatan tersebut Ibu Penny menegaskan peran Badan POM dalam mengawasi peredaran obat herbal. Badan POM juga telah menerbitkan sejumlah buku yang berkaitan dengan daya tahan tubuh. "Badan POM banyak melakukan percepatan. Sebelum masa pandemik ini kemudahan uji klinik untuk herbal juga berbeda, disimpelkan misalnya untuk jamu itu tidak perlu ada praklinik. Jamu yang ingin ditingkatkan jadi fitofarmaka tidak perlu ada praklinik," ujar Ibu Penny. Ibu Penny juga berpesan agar Badan POM dilibatkan dalam proses penelitian obat herbal. Badan POM, kata Ibu Penny, terbuka untuk berbagai pengembangan. "Saat ini BPOM sedang mendampingi 11 penelitian produk natural atau produk herbal, ini masih dalam klaim imunomodulator. Tentunya kita terbuka," kata beliau. Dr. Raymond mengawali paparan dengan pernyataan bahwa sepanjang sejarah manusia selalu ada pandemi. Virus penyebab Covid-19 memang baru dan lebih kompleks, namun masih berkerabat dengan coronavirus lainnya. Dr Raymond kemudian memaparkan 5 risiko penyebaran virus. "Ada 5 risiko yang tidak bisa kita kontrol. Pertama viral load, gen kita sendiri, rute infeksi, varietas virus dan sejarah imun kita," papar Dr. Raymond, Senin 10 Agustus 2020. Menurut Dr. Raymond komplikasi virus penyebab Covid-19 ada banyak. Hingga kini belum ada obat kimiawi yang dinyatakan sebagai obat Covid-19, sehingga yang bisa dilakukan saat ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, obat tradisional bersifat membantu menyehatkan. Dr. Raymond juga memaparkan tahapan pengolahan herbal untuk menjadi jamu hingga fitofarmaka secara modern. Tahapan termudah adalah simplisia (salah satunya pengeringan), lalu ekstraksi, fraksi (ekstraksi dan fraksinasi), bioactive fraction, dan yang tahapan paling kompleks adalah compound. Untuk obat tradisional cukup simplisia dan ekstraksi saja. "Daya tahan tubuh kita terhadap Covid-19 ataupun virus apapun dipengaruhi oleh berbagai sel. Pertama kulit, kedua makrofag yang langsung melawan virus yang masuk tubuh kita, lalu yang tidak kalah penting adalah Sel-T dan Sel-B. Dalam hal ini Sel-B dan Sel-T akan bekerja bersama untuk menaikkan IgM atau antibodi. Jadi tujuan mengonsumsi jamu adalah untuk menaikkan Sel-B dan Sel-T. Meniran sudah diperiksa baik sistem imun spesifik dan non-spesifik. Meniran satu-satunya yang sudah terbukti, artinya datanya komplet untuk melihat in-vitro maupun in-vivo. Meniran sudah teruji untuk pasien Indonesia untuk penyakit TB paru, ISPA, Hepatitis. Jadi imunomodulator Indonesia tidak kalah dengan yang impor. Obat herbal yang berasal dari Indonesia tidak kalah dengan dari luar negeri," papar Dr. Raymond. Selanjutnya Ketua GP Jamu, Ibu Dwi Ranny Pertiwi menyampaikan tentang banyaknya pemanfaatan obat tradisional oleh masyarakat di tengah pandemi saat ini. Kemudian Bapak Jony Yuwono yang menunjukkan bagaimana jamu diolah menjadi minuman modern yang bisa digemari masyarakat layaknya kopi dan teh pada sebuah kafe bernama 'Acaraki'. "Kenapa tidak kita sajikan jamu-jamu ini ke tamu-tamu kita, terutama tamu internasional," pungkas Bapak Jony. Sementara itu Direktur Utama PT Indofarma, Bapak Arief Pramuhanto menjelaskan tentang bagaimana India dan China mengembangkan obat tradisional. Bahkan di China ada RS yang khusus menggunakan obat dengan kearifan lokal. Sekjen GP Jamu, Bapak Rusdiyanto sebagai pembicara terakhir menjelaskan tentang penyebaran penyakit dari virus bisa terjadi di manapun. "Dengan demikian bahwa imunitas adalah pertahanan makhluk hidup mempertahankan dirinya," kata Bapak Rusdiyanto. Diskusi tersebut berlangsung sekitar empat jam. Selain bisa disaksikan langsung di YouTube, lebih dari 400 orang menyimak diskusi tersebut melalui aplikasi zoom.

    • Sosialisasi Aplikasi Teman Diabetes di Surabaya

      Kegiatan Penyuluhan kesehatan dharma dexa kembali digelar, kali ini dengan tema “Kenali Diabetes dan Sosialisasi Aplikasi Teman Diabetes” bagi peserta acara sosialisasi peraturan walikota surabaya pada Senin, 24 September 2018. Acara ini digelar disela-sela acara sosialisasi dilingkungan kerja kecamatan dan kelurahan pemerintah kota Surabaya. Teman Diabetes mendapatkan kesempatan untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi pada sesi pembukaan dengan menghadirkan Senior Officer, Field Training Cabang Surabaya Bp. Agus Winarno sebagai pembicara. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan bertempat di Gedung Dharma Wanita Surabaya ini mendapat perhatian dari 150 orang peserta. Dalam sesi pembuka, pak Agus Winarno mengatakan Sejumlah data tentang penyakit diabetes di Indonesia cukup mencengangkan. Sample Registration Survey 2014 menyatakan diabetes menjadi pembunuh nomor tiga di Indonesia. Sementara data International Diabates Federation (IDF) menunjukkan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia. Kemudian, prevalensi diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu dari 5,7% tahun 2007, menjadi 6,9% tahun 2013. Lebih mencengangkan lagi, seperti dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 2/3 diabetesi (sebutan untuk penderita diabates) di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes. Bagi penderita Diabetes maupun keluarga penderita, saat ini telah hadir aplikasi Teman Diabetes dengan fiture yang akan membantu pasien dan keluarga pasien. Pada Menu Forum, merupakan menu untuk diskusi, baik diabetesi maupun awam bisa saling berdiskusi dibantu dengan ahli yang akan membantu jika ada pertanyaan-pertanyaan seputar Diabetes. Menu paling favorite adalah menu Rekaman, dimana pengecekan kadar gula darah dapat terekam pada menu ini dan akan menampilkan data rekaman kadar gula darah selama 6 bulan. Pengecekan ini dihubungkan oleh alat yang bernama DNurse. Jika ada kebutuhan pembelian alat dan obat juga akan teritegrasi langsung dengan GoApotik. Jadi silahkan didownload aplikasi Teman Diabetes dan rasakan manfaatnya untuk menjaga keluarga diabetes. Usai penyuluhan dilanjutkan dengan pengecekan kadar gula darah, dan banyak komentar positif dari warga dengan aplikasi ini. Corporate Communications Dexa Medica

    View All

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  (Operating Hours : 08.00 - 17.00 WIB) |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica