Umur Boleh Tua, Stamina dan Vitalitas Tetap Muda!

JAKARTA—Stres, kelelahan, obesitas, dan kebiasan merokok dapat menjadi pemicu meningkatnya disfungsi seksual pada pria.1,2 Meskipun belum ada penelitian khusus di Indonesia, namun berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris dan Amerika menyatakan bahwa hal ini meningkatkan kebutuhan produk dan layanan terhadap disfungsi seksual 5 – 13 persen selama masa pandemi Covid-19.


Menanggapi fenomena tersebut, Medical & Scientific Information Manager PT Dexa Medica, dr. Ratna Kumalasari mengatakan, disfungsi seksual merupakan hambatan pada proses seksual yang meliputi gairah seksual, ereksi, senggama, hingga ejakulasi.


Ada dua faktor penyebab yang menjadi penghambat fungsi seksual. “Dua penyebab tersebut adalah faktor fisik dan psikologis. Secara fisik biasanya disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, rendahnya kadar testosteron, gangguan neurologi/saraf, gangguan pembuluh darah, dan penggunaan obat-obatan tertentu,” jelas dr. Ratna.


Sedangkan penyebab psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni, faktor individu seperti kurang percaya diri, depresi, kelelahan, stres, ketakutan, dan frustrasi, kemudian faktor interpersonal seperti minimnya komunikasi dan ketakutan untuk menjalin intimasi, serta faktor psikososial seperti trauma seksual dan ekspektasi terlalu tinggi terhadap orang lain.


Di masa pandemi saat ini, menurut dr. Ratna, besar kemungkinan pria mengalami kelelahan dan stres akibat kondisi finansial dan bisnisnya yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Hal ini perlu menjadi perhatian serius, karena bagaimanapun akan memengaruhi keharmonisan rumah tangga sebab pria merupakan kepala keluarga.


“Dalam kondisi seperti ini, stamina dan vitalitas pria khususnya yang berusia di atas 45 tahun dituntut lebih prima. Karena bagaimanapun juga selain bekerja dari pagi hingga sore hari, seorang pria baik sebagai individu maupun kepala keluarga juga perlu untuk beraktivitas sosial, kemudian berperan menjaga keharmonisan rumah tangga dengan membangun kedekatan baik dengan anak maupun pasangan pada malam hari. Hal ini akan sulit dilakukan jika pria dalam kondisi fisik atau staminanya menurun,” jelas dr. Ratna.


Uji Praklinik Pasak Bumi

Studi terbaru menunjukkan manfaat pasak bumi atau disebut juga tongkat ali (Eurycoma longifolia) sebagai salah satu pilihan terapi untuk disfungsi seksual pada pria.4 Pasak bumi diketahui memiliki khasiat farmakologi untuk meningkatkan kadar testosteron, memperbaiki kualitas sperma, hingga sebagai afrosidiak atau obat yang dapat membangkitkan naluri dan hasrat seksual, meningkatkan kesenangan/kepuasan, serta performa seksual.


Menurut Executive Director, Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr. Raymond Tjandrawinata, tingkat keamanan penggunaan HerbaPoten diperoleh dari uji praklinik, di mana tidak ada tanda-tanda toksisitas akut yang ditemukan pada subjek pada 14 hari setelah mengonsumsi DLBS5055.


“Kandungan HerbaPoten yakni pasak bumi atau tongkat ali sebanyak 200 mg setiap kaplet adalah kandungan paling tinggi dibandingkan suplemen stamina herbal lainnya. Selain itu, HerbaPoten yang 100 persen berbahan alam ini diolah dengan Advanced Fractionation Technology sehingga menghasilkan fraksi bioaktif DLBS5055 dengan profil keamanan yang baik jika digunakan sesuai dengan dosis anjuran,” jelas Pak Raymond.


Dr. Raymond juga menambahkan, dengan kandungan yang oil based, HerbaPoten lebih mudah diserap dalam tubuh. Jika pria menggunakan HerbaPoten 1 kaplet sehari, maka vitalitas akan terjaga sepanjang hari, di mana badan tetap segar pada siang hari dan meningkatkan libido pada malam hari.


“Hal ini dapat memperbaiki kualitas hubungan seksual dengan pasangan. Penggunaan sesuai dosis anjuran mampu memberikan efek meningkatkan sexual desire, sexual satisfaction, dan dapat memelihara mood,” jelas Dr. Raymond.


Referensi:


1. Parmet S, et al. Male sexual disfunction. JAMA 2004;291(24):3076.


2. Vanny PJ, Moon J. Physiological and pshycological effect of testosterone on sport performance: a critical review literature. The Sport Journal 2015.


3. Randall, Ian. "Unable to rise to the occasion: Sharp increase in men suffering erectile dysfunction blamed on increased stress and alcohol consumption during the coronavirus lockdown". Mail Online. 25 Juni 2020. Web. Diakses tanggal 30 September 2020.


4. Thu HE, et al. Eurycoma longifolia as a potential adoptogen of male sexual health: a systematic review on clinical studies. Chinese Journal of Natural Medicine 2017;15(1):71-80.


5. Da Cruz AC, et.al. The action of herbal medicine on the libido: aspects of nutritional intervention in increasing sexual desire. Nutrire 2017;42:29.


6. Tambi M, Imran M. Eurycoma longifolia jack in managing idiopathic male infertility. Asian J Androl 2010;12(3):376-80.


7. Jayusman PA, et.al. Effect of Eurycoma longifolia on sexual behavior in sexually dysfunctional male : a systematic review. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science 2017;9(12):46-52.



Untuk info lebih lanjut:


Soni Himawan

Head of Corporate Communications Dexa Group

soni.himawan@dexagroup.com




Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  (Operating Hours : 08.00 - 17.00 WIB) |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica