Teruji Klinis Kurangi Resistensi Insulin, OMAI Inlacin Gelar Webinar di Filipina

PT Dexa Medica menggelar webinar bertajuk "Taking Control of Diabetes: Novel Discoveries on Cinnamon and Banaba as partners for Diabetes Management" pada Jumat, 7 Agustus 2020. Webinar yang diikuti oleh ratusan dokter di Filipina ini membahas lebih mendalam produk Inlacin atau DLBS3233 sebagai salah satu Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Pembicara dalam acara ini yakni Molecular Pharmacologist Dexa Laboratories of Biomolecular Science (DLBS), Bapak Dr Raymond Tjandrawinata dan Director of Indonesia Diabetes Institute, Bapak Prof Sidartawan Soegondo. Dr Raymond mengawali paparan tentang Inlacin yang efektif mengurangi resistensi insulin. "Resistensi insulin didefinisikan sebagai respons biologis yang terganggu terhadap insulin; resistensi jaringan terhadap tindakan insulin, dibutuhkan insulin dalam jumlah yang lebih besar untuk menghasilkan respons normal, dua peristiwa yang terjadi secara bersamaan untuk memperburuk resistensi insulin glukotoksisitas dan lipotoksisitas," papar Dr Raymond. Dr Raymond kemudian memaparkan pula hasil studi mengenai Inlacin yang telah teruji klinis. Beliau kemudian menjelaskan bahwa Inlacin dibuat dari fraksi bioaktif dari kayu manis (Cinamoum burmanii) dan daun bungur (Lagostroemia speioca). Di Filipina, daun bungur disebut sebagai daun banaba. "Inlacin berfungsi sebagai upregulator PPAR-Gamma dan Delta, oleh karena itu Inlacin membuat sel-sel perifer peka terhadap insulin," ujar Dr Raymond. Dr Raymond juga menambahkan, kayu manis yang digunakan dalam Inlacin berasal dari Indonesia, atau lebih tepatnya dari lereng Gunung Kerinci. Inlacin juga praktis karena cukup dikonsumsi sekali dalam sehari. Senada dengan Dr Raymond, Prof Sidartawan menegaskan bahwa Inlacin secara aktif mengurangi resistensi insulin sehingga meningkatkan pengambilan sel glukosa dan mengaktifkan jalur pensinyalan insulin. Menurut Prof Sidartawan, Inlacin telah digunakan oleh ribuan orang. "Inlacin telah digunakan oleh lebih dari 22.000 pasien sejak 2013 sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat antidiabetik oral lainnya," ungkap Prof Sidartawan. Acara ini diikuti oleh seratusan dokter dan praktisi kesehatan lainnya di Filipina secara daring. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh dr Danilo Baldemor. Di Indonesia, Inlacin telah mendapatkan sertifikat fitofarmaka dari Badan POM, dengan demikian memiliki khasiat yang setara obat. Sebagai OMAI, Inlacin bisa mengurangi ketergantungan Indonesia dari bahan baku obat impor. Inlacin telah dipasarkan ke Filipina sejak 2017.

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  (Operating Hours : 08.00 - 17.00 WIB) |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica