PT Dexa Medica dan GDM Menggelar Webinar tentang Solusi Gangguan Lambung di Masa COVID-19

PT Dexa Medica dan Glorious Dexa Mandaya (GDM) Filipina menggelar webinar bertajuk "Cinnamomum burmanii: Natural Solution for Gastric Disorder in the COVID-19 Era". Webinar ini sekaligus memperkenalkan produk berbahan fraksi bioaktif DLBS2411 yang dipasarkan di Filipina, Anerdic.


Pembicara dalam webinar ini yakni Molecular Pharmacologist Dexa Laboratories of Biomoleculer Science (DLBS) PT Dexa Medica, Bapak Dr Raymond Tjandrawinata, Gastroenterologi asal Filipina Ibu Clarissa Roberto-Lucero, MD, dan General Manager GDM Filipina, Bapak Setiadi Wono. Adapun moderator dalam acara ini yakni pakar kesehatan keluarga, Ibu Jeanne Tiangha-Gonzales, MD.


Dalam presentasinya, Bapak Raymond memaparkan hasil studi mengenai perbandingan antara DLBS2411 dengan omeprazole dalam mengurangi gejala klinis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Di mana, DLBS2411 telah diuji klinis terhadap manusia.


"Studi ini menunjukkan bahwa Anerdic DLBS2411 efektif mengurangi gejala klinis GERD yang diukur dengan skor GERD-Q. Penambahan skor GERD-Q dengan Anerdic DLBS2411 lebih tinggi dibandingkan dengan omeprazole," kata dalam webinar pada Rabu, 24 Juni 2020.


Bapak Raymond menambahkan, DLBS2411 terlihat lebih efektif daripada omeprazole pada menit ke-12 setelah dikonsumsi. DLBS2411 lebih efektif dikonsumsi pada malam hari karena pada saat tidur, aktivitas pompa proton yang memproduksi asam lambung meningkat. DLBS2411 bisa dikonsumsi oleh usia 12 tahun ke atas.


Bapak Setiadi Wono kemudian menyatakan, uji klinis terhadap DLBS2411 menjadi bukti bahwa Anerdic merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi gangguan lambung. Acara ini dihadiri oleh 282 orang, 240 di antaranya berprofesi sebagai dokter.


Anerdic diharapkan bisa menjadi pilihan bagi dokter untuk kasus gastritis dan dyspepsia lainnya. Dengan gastroprotector properties dan antioxidant, Anerdic juga diharapkan bisa menjadi pilihan bagi pasien-pasien yang berisiko terhadap dyspepsia.


Di Indonesia, produk serupa bernama Redacid telah teruji klinis dan mendapat sertifikat fitofarmaka dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada akhir 2019. Redacid merupakan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) karena bahan bakunya 100 persen berasal dari alam Indonesia.


DLBS membuat Redacid menggunakan teknologi TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System) untuk menghasilkan fraksi bioaktif dari kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang lebih murni dibanding ekstrak biasa. Redacid bekerja secara langsung untuk menghambat aktivitas pompa proton yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung.

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  (Operating Hours : 08.00 - 17.00 WIB) |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica