Peduli dengan Hubungan Orangtua dan Anak, Dexa Group Gelar Seminar Online "Happy Parents, Happy Kids

Dexa Group bekerja sama dengan Kuark mengadakan seminar online "Happy Parents, Happy Kids" pada hari Minggu, 6 Desember 2020. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Dexa Group terhadap karyawan di masa pandemi yang menghadapi perubahan dalam tata cara hidup, termasuk pola pengasuhan dan juga komunikasi antara orangtua dan anak.


Leader Dharma Dexa Ibu Gloria Haslim dalam sambutannya mengungkapkan bahwa seminar online "Happy Parents, Happy Kids" digelar sebagai tindak lanjut dari hasil survei yang diadakan untuk karyawan internal Dexa Group. Dalam survei itu, faktor internal dalam rumah tangga terkait perubahan pengasuhan anak di masa pandemi, menjadi masalah yang cukup dominan terjadi.


"Karenanya melalui kegiatan ini kami mengharapkan dapat memberikan manfaat bagi para keluarga dan ini merupakan hadiah akhir tahun dari Dharma Dexa, semoga bisa memberikan inspirasi dan solusi bagi para Dexan," ujar Bu Gloria.


Sementara itu, Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada tiga alasan Dexa Group sangat mendukung kegiatan ini. Pertama, Dexa sangat peduli dengan keluarga setiap Dexan, terutama bagaimana dalam kondisi saat pandemi. Kedua, Dexa sangat peduli dengan perkembangan pendidikan dari setiap keluarga Dexan


"Deal with care, kami sangat peduli dengan situasi serta perubahan yang terjadi. Dexa Group juga sangat peduli proses pendidikan anak di rumah, sehingga tidak terjadi kemunduran walaupun ditemani oleh orang tua yang juga Work From Home. Kami juga berharap dari seminar online ini hubungan dan komunikasi anak dan orang tua bisa lebih baik dan lebih kuat lagi," kata Bapak Ferry dalam sambutannya.


Hadir sebagai pembicara Dr. Luciana, M. Ed., yang merupakan Dekan Fakultas Pendidikan dan Budaya Universitas Katolik Atmajaya dan Ibu Jacinta F. Rini yang merupakan Clinical Psychologist.


Dalam acara virtual yang digelar pada sore hari, Dexan terlihat sangat antusias mengikuti acara hingga akhir. Hal ini juga ditunjukkan dari beragam pertanyaan terkait tumbuh kembang anak dan masalah yang dihadapi saat pandemi.


Di akhir acara, Bapak Endi Efendi yang mengikuti acara tersebut memberikan komentarnya dengan menyampaikan terima kasih kepada Dharma Dexa atas sharing yang sangat bermanfaat.


Ibu Alberthine Yuniastuti pada kolom chat juga menyampaikan terima kasihnya. "Terima kasih untuk Dharma Dexa, Ibu Lusi, dan Ibu Rini atas webinar pada sore hari ini. Materi yang disampaikan sungguh menambah pengetahuan kami sebagai orang tua yang sedang dalam masa WFH sambil mendampingi anak kami yang sedang PJJ," demikian tulis Ibu Alberthine.


Tujuh Tips Interaksi Sehat Bersama Keluarga Saat Pandemi


Dikatakan oleh Dr. Luciana, pandemi merubah kehidupan semua orang, termasuk kebiasaan orang tua dan anak-anak di rumah. Orang tua pekerja dan anak-anak usia sekolah melakukan kegiatannya masing-masing di rumah agar terhindar dari virus.


Karena itu, tidak sedikit juga dari orang tua yang mulai merasakan setres karena harus bekerja sambil mengurus anak di rumah.


"Pentingnya membangun hubungan belajar dan interaksi antara orang tua dan anak harus dilakukan agar kondisi di rumah teratur dan kondusif. Jika tidak, orang tua akan memiliki emosi yang tidak stabil sehingga orang tua menjadi mudah marah. Jika hal ini terus menerus terjadi, anak akan merasa tidak nyaman karena dianggap menjadi pelampiasan orangtua," ujar Dr. Luciana


Penggunaan gadget pun dirasa menjadi masalah yang mengemuka bagi orangtua saat penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Gadget yang semula menjadi alat belajar di saat PJJ, ternyata juga menjadi sarana hiburan saat kondisi "stay at home". Akibatnya banyak orangtua yang mengeluhkan anak-anaknya terlalu banyak bermain game online.


Terhadap permasalahan ini, Ibu Jacinta Rini memberikan tips untuk memberikan pemahaman terhadap anak-anak yang mulai berlebihan menggunakan gadgetnya.


"Dalam hal ini saya menyarankan orangtua untuk memberikan pemahaman dengan cara, terlebih dahulu melakukan observasi, kumpulkan data, dan kita akan melihat reaksi apa yang menghasilkan solusi yang bagus melalui diskusi yang positif. Melalui diskusi antara orangtua dan anak ini, akan terbangun budaya keluarga yang lebih positif," jelas Ibu Rini.


Untuk menyiasati permasalahan interaksi yang dapat mengganggu hubungan orangtua dan anak, Dr. Luciana memberikan tips:


1. Pada saat WFH, di mana jam kerja semakin panjang, orangtua harus punya struktur dan susunan waktu keluarga. Sepakati bersama keluarga terkait pola pengaturan waktu ini.

2. Orangtua juga butuh waktu me time, yang harus diterima konsepnya oleh semuanya.

3. Niatkan komunikasi dengan anak di waktu yang tepat. Hindari berkomunikasi sambil bekerja.

4. Lakukan kegiatan bersama

5. Pilih perkataan yang membangun dan hindari kata jangan.

6. Tetapkan standar bersama dan harus disepakati. Jangan hanya pakai standar salah satu saja.

7. Upayakan komunikasi dua arah yang menyenangkan.


Sebagai penutup, orang tua diingatkan sekali lagi bahwa orang tua merupakan role model yang ditiru oleh anaknya, jadi berikan contoh yang baik agar anak juga dapat berperilaku baik sesuai yang diharapkan.

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  (Operating Hours : 08.00 - 17.00 WIB) |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica