Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  |  Fax. (+62-21) 7454 111

© 2020 Dexa Medica

Obat Modern Asli Indonesia Dexa Group Dikenalkan dalam Rakornas Kemenristek / BRIN

Sebagai industri farmasi yang terlibat dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan, Dexa Group mendapatkan kesempatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Rakornas Ristek/BRIN) Tahun 2020. Rakornas Ristek/BRIN 2020 dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di Graha Widia Bhakti, Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis, 30 Januari 2020. 


Selain mendirikan booth dengan menampilkan produk-produk unggulan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) seperti Inlacin, Redacid, Stimuno, Dismeno, Disolf, dan Herba Family: HerbaKOF, HerbaVOMITZ, HerbaCOLD, dan HerbaPAIN, Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Bapak Raymond Tjandrawinata menjadi pembicara yang mewakili industri farmasi untuk berbagi insight tentang hilirisasi produk hasil penelitian dan pengembangan. Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno yang didampingi oleh Direktur Marketing dan Sales CHD PT Dexa Medica Bapak Andrew Sulistya dan Head of Corporate Communications Dexa Group Bapak Sonny Himawan, hadir dalam acara tersebut. 



Dalam arahan pada Rakornas Kemenristek/BRIN bertema "Meningkatkan Integrasi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menghasilkan Invensi dan Inovasi untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan, Presiden Joko Widodo meminta BRIN untuk segera mengonsolidasikan agenda riset strategis nasional termasuk di sektor farmasi. Riset-riset ini sangat diperlukan agar Indonesia tidak tertinggal dan dapat memberikan nilai tambah bagi negara, serta bagi perekonomian masyarakat. 


Konsolidasi anggaran riset, menurut Presiden Joko Widodo, diharapkan menghasilkan hilirisasi yang baik dan berdampak pada kemajuan bangsa. “Angka itu memang belum banyak dibandingkan dengan negara-negara maju, namun jika kita manfaatkan dengan optimal, fokus pada tema-tema strategis yang solutif, saya yakin hasil riset kita akan berdampak pada kemajuan bangsa,” tegasnya. 



Presiden Joko Widodo juga mengharapkan adanya keterlibatan banyak pihak dalam proyek strategis inovasi nasional “Ajak kerjasama semua pihak, tidak hanya mengonsolidasikan 329 unit riset di kementerian dan lembaga. Tetapi juga bisa meningkatkan peran serta swasta dalam riset-riset unggulan. Kita bisa berikan insentif pada swasta yaitu lewat super deduction tax. Apalagi yang saya lihat di Korea Selatan, tren di negara-negara maju, perisetnya hampir sebagian besar bekerja di perusahaan swasta,” katanya. 


Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno mengatakan bahwa kegiatan riset dan hilirisasi produk riset Dexa Group telah sejalan dengan arahan pemerintah, seperti yang disampaikan Presiden dan Menteri Ristek / BRIN. “Dalam perannya di industri farmasi, riset menjadi ujung tombak. Kita juga telah melakukan hilirisasi produk hasil riset melalui Obat Modern Asli Indonesia atau OMAI yang telah menghasilkan produk-produk unggulan baik Fitofarmaka dan Obat Herbal Terstandar,” ujar Bapak Ferry. 


Lebih lanjut Bapak Ferry mengatakan, hilirisasi produk riset yang dilakukan Dexa Group melalui OMAI ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong kemandirian produk bahan baku farmasi yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk farmasi dalam negeri di mancanegara, karena produk-produk ini telah diekspor. 


Dalam sharing pengalaman di Rakornas Kemristek / BRIN, Bapak Raymond Tjandrawinata menyampaikan bahwa riset dan pengembangan menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi persaingan dalam industri farmasi, khususnya menghadapi perusahaan farmasi asing. “Yang bisa kita lakukan untuk memberikan nilai tambah produk farmasi dalam negeri, salah satunya menggunakan biodiversitas alam Indonesia,” ujar Bapak Raymond. 



Sebagai industri farmasi, menurut Bapak Raymond, sesuai dengan core purpose “Expertise for the Promotion of Health” yang memiliki keahlian dalam memproduksi obat-obatan, Dexa Group tidak memproduksi bahan baku alam sendiri, tetapi membina banyak petani di Indonesia. “Kami mengedukasi petani-petani penanam, misalnya daun bungur yang diperoleh di sekitar Yogyakarta. Pemberdayaan ini dimaksudkan agar bahan baku memiliki strandarisasi,” katanya. 


Karena itu, Bapak Raymond mengharapkan agar Obat Modern Asli Indonesia yang bahan baku alamnya berasal dari petani di Indonesia, suatu hari nanti dapat diresepkan dalam JKN, agar dapat menggerakkan agro ekonomi Indonesia yang semakin besar dan memberikan tingkat kesejahteraan yang meningkat bagi petani di Indonesia.