Executive Director DLBS Menjadi Narasumber Acara Webinar Penemuan Obat Bahan Alam

Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Science (DLBS) PT Dexa Medica, Dr. Raymond Tjandrawinata menjadi narasumber dalam Webinar bertajuk 'Strategi Penemuan Obat dari Bahan Alam & Pengembangan Bahan Baku Obat' yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ilmu Farmasi dan Departemen Analisis Farmasi & Kimia Medisinal Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam webinar tersebut disimpulkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan obat berbahan baku alam menjadi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).


Dalam webinar tersebut juga menghadirkan Team Leader Kimia & Bahan Alam PT Kimia Farma, Bapak Muhammad Faisal, Apt., dan Guru Besar Fakultas Farmasi Unpad, Prof Muchtaridi, Apt sebagai moderator.


Menurut Bapak Raymond, masyarakat memiliki minat yang tinggi terhadap obat-obatan herbal. "Obat-obat bahan alam masih diminati bahkan makin banyak sekali, sehingga perusahaan farmasi besar mencari obat-obat baru dan yang paling cepat adalah mendapatkan obat dari bahan alam seperti herbal. Di dunia itu, sumber dari bahan alam banyak, tapi new herbal entity sangat sedikit," papar Bapak Raymond dalam webinar yang juga ditayangkan di channel YouTube Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Jumat 26 Juni 2020.


Bapak Raymond lalu mengungkapkan pentingnya kesadaran para klinisi di Indonesia untuk menggunakan obat dari bahan alam, terutama yang telah teruji klinis atau Fitofarmaka. Selain menggunakan Fitofarmaka, para klinisi juga bisa menggunakan Obat Herbal Terstandar (OHT) yang telah melalui uji praklinis. Sementara untuk kategori Jamu memang belum bisa digunakan oleh para klinisi dalam pengobatan medis.


"Tantangan saat ini adalah bagaimana kita meyakinkan para dokter bahwa obat herbal sama khasiatnya dengan kimiawi. Banyak klinisi yang belum percaya khasiat obat herbal, di sisi lain perlu dukungan permerintah untuk ini," ungkap Bapak Raymond. "Fitofarmaka bisa diterima oleh klinisi manapun di seluruh dunia," kata beliau.


Bapak Raymond lalu menjelaskan, PT Dexa Medica mengembangkan bahan baku obat berbahan alam dengan metode Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS). Metode itu bisa mempercepat waktu penemuan obat baru menjadi hanya tiga sampai empat tahun.


"Karena kita mempunyai banyak OHT dan Fitofarmaka, sekarang yang banyak didengungkan para menteri adalah Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Kami juga telah berdiskusi dengan sejumlah menteri. Bapak Menteri juga sudah Ratas (Rapat Kabinet Terbatas, -red) dengan Presiden Jokowi tentang OMAI. BPOM sudah membuat buku Informatorium OMAI. Nah, intinya OMAI harus bisa mensubstitusi impor. Jadi, kalau satu hari di Indonesia terjadi seperti zaman Covid, kita sulit mendapat obat impor, kita bisa gunakan OMAI," kata Bapak Raymond.


Senada dengan Bapak Raymond, Bapak Faisal menegaskan pentingnya pengembangan obat berbahan alam di Indonesia. Dia juga memaparkan kondisi industri farmasi di Indonesia.


"96% bahan baku obat di Indonesia impor sehingga kita mempunyai ketergantungan, menyebabkan Indonesia jadi bangsa yang konsumtif serta menghambat kemandirian industri lokal," ungkap Bapak Faisal.

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica