Diskusi Manfaat Herbal untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan GP Jamu menggelar diskusi virtual bertajuk "Kondisi Jamu dan Kegunaan Jamu untuk Kesehatan di Masa Pandemik Covid-19”. Pada diskusi tersebut dipaparkan mengenai manfaat herbal di tengah pandemi Covid-19.


Dis

kusi tersebut menghadirkan pembicara yakni Kepala Badan POM, Ibu Dr Penny K Lukito; Molecular Pharmacologist Dexa Group, Bapak Dr. Raymond Tjandrawinata; Ketua Umun GP Jamu, Ibu Dwi Ranny Pertiwi Zarman; Wakil Ketua Umum GP Jamu Bidang Industri Jamu, Bapak Jony Yuwono; Sekjen GP Jamu, Bapak Dr. (Cand) drh. H. Rusdiyanto; dan Direktur Utama PT Indofarma Tbk, Bapak Arief Pramuhanto. Adapun moderator dalam acara ini adalah Wakil Ketua Umum GP Jamu, Bapak Thomas Hartono.


Pada kesempatan tersebut Ibu Penny menegaskan peran Badan POM dalam mengawasi peredaran obat herbal. Badan POM juga telah menerbitkan sejumlah buku yang berkaitan dengan daya tahan tubuh.


"Badan POM banyak melakukan percepatan. Sebelum masa pandemik ini kemudahan uji klinik untuk herbal juga berbeda, disimpelkan misalnya untuk jamu itu tidak perlu ada praklinik. Jamu yang ingin ditingkatkan jadi fitofarmaka tidak perlu ada praklinik," ujar Ibu Penny.


Ibu Penny juga berpesan agar Badan POM dilibatkan dalam proses penelitian obat herbal. Badan POM, kata Ibu Penny, terbuka untuk berbagai pengembangan.


"Saat ini BPOM sedang mendampingi 11 penelitian produk natural atau produk herbal, ini masih dalam klaim imunomodulator. Tentunya kita terbuka," kata beliau.


Dr. Raymond mengawali paparan dengan pernyataan bahwa sepanjang sejarah manusia selalu ada pandemi. Virus penyebab Covid-19 memang baru dan lebih kompleks, namun masih berkerabat dengan coronavirus lainnya. Dr Raymond kemudian memaparkan 5 risiko penyebaran virus.


"Ada 5 risiko yang tidak bisa kita kontrol. Pertama viral load, gen kita sendiri, rute infeksi, varietas virus dan sejarah imun kita," papar Dr. Raymond, Senin 10 Agustus 2020.    


Menurut Dr. Raymond komplikasi virus penyebab Covid-19 ada banyak. Hingga kini belum ada obat kimiawi yang dinyatakan sebagai obat Covid-19, sehingga yang bisa dilakukan saat ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, obat tradisional bersifat membantu menyehatkan.



Dr. Raymond juga memaparkan tahapan pengolahan herbal untuk menjadi jamu hingga fitofarmaka secara modern. Tahapan termudah adalah simplisia (salah satunya pengeringan), lalu ekstraksi, fraksi (ekstraksi dan fraksinasi), bioactive fraction, dan yang tahapan paling kompleks adalah compound. Untuk obat tradisional cukup simplisia dan ekstraksi saja.


"Daya tahan tubuh kita terhadap Covid-19 ataupun virus apapun dipengaruhi oleh berbagai sel. Pertama kulit, kedua makrofag yang langsung melawan virus yang masuk tubuh kita, lalu yang tidak kalah penting adalah Sel-T dan Sel-B. Dalam hal ini Sel-B dan Sel-T akan bekerja bersama untuk menaikkan IgM atau antibodi. Jadi tujuan mengonsumsi jamu adalah untuk menaikkan Sel-B dan Sel-T. Meniran sudah diperiksa baik sistem imun spesifik dan non-spesifik. Meniran satu-satunya yang sudah terbukti, artinya datanya komplet untuk melihat in-vitro maupun in-vivo. Meniran sudah teruji untuk pasien Indonesia untuk penyakit TB paru, ISPA, Hepatitis. Jadi imunomodulator Indonesia tidak kalah dengan yang impor. Obat herbal yang berasal dari Indonesia tidak kalah dengan dari luar negeri," papar Dr. Raymond.


Selanjutnya Ketua GP Jamu, Ibu Dwi Ranny Pertiwi menyampaikan tentang banyaknya pemanfaatan obat tradisional oleh masyarakat di tengah pandemi saat ini. Kemudian Bapak Jony Yuwono yang menunjukkan bagaimana jamu diolah menjadi minuman modern yang bisa digemari masyarakat layaknya kopi dan teh pada sebuah kafe bernama 'Acaraki'.


"Kenapa tidak kita sajikan jamu-jamu ini ke tamu-tamu kita, terutama tamu internasional," pungkas Bapak Jony.


Sementara itu Direktur Utama PT Indofarma, Bapak Arief Pramuhanto menjelaskan tentang bagaimana India dan China mengembangkan obat tradisional. Bahkan di China ada RS yang khusus menggunakan obat dengan kearifan lokal. 


Sekjen GP Jamu, Bapak Rusdiyanto sebagai pembicara terakhir menjelaskan tentang penyebaran penyakit dari virus bisa terjadi di manapun.


"Dengan demikian bahwa imunitas adalah pertahanan makhluk hidup mempertahankan dirinya," kata Bapak Rusdiyanto.


Diskusi tersebut berlangsung sekitar empat jam. Selain bisa disaksikan langsung di YouTube, lebih dari 400 orang menyimak diskusi tersebut melalui aplikasi zoom.

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  (Operating Hours : 08.00 - 17.00 WIB) |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica