BPPT Dukung Pengembangan Inovasi Obat Modern Asli Indonesia

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi 2021. Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr. Raymond Tjandrawinata memaparkan pentingnya pengembangan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat.


"Herbal ini akan menjadi satu area yang sangat eksklusif dan penting untuk ketahanan bahan baku obat di Indonesia," ungkap Dr. Raymond dalam Rakernas bidang Kesehatan dan Pangan tersebut, Kamis (4/3/2021).


Menurut Dr. Raymond, OMAI memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia dan menggantikan sebagian besar produk over the counter (OTC). Selain itu penggunaan OMAI di fasilitas kesehatan juga harus dimasifkan.


"Sampai sekarang kita menunggu Kemenkes, bagaimana agar mereka mau membuat Obat Modern Asli Indonesia yang OHT maupun Fitofarmaka, terutama Fitofarmaka masuk ke dalam formularium JKN," kata Dr. Raymond.


Dr. Raymond mengapresiasi langkah Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro yang memfasilitasi produk OMAI masuk ke e-Katalog sektor inovasi. Meski demikian, Dr. Raymond terus mengajak berbagai pihak untuk mendorong OMAI masuk e-Katalog yang digunakan dalam program JKN sehingga semakin banyak dokter yang meresepkan untuk pasien. Beliau juga menggarisbawahi bahwa patokan harga obat yang dirujuk fasilitas kesehatan adalah e-Katalog untuk JKN.


"Kunci sukses komersialisasi adalah biaya harus rendah. Selain itu, speed dan agility juga harus cepat. Ini saya katakan berulang di berbagai tempat, begitu juga kepada para industriawan dan para akademisi karena kita ini sudah mengalami masa revolusi di bidang science," papar Dr. Raymond.



Paparan Dr. Raymond sekaligus mengapresiasi materi yang disajikan Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT, Bapak Agung Eru Wibowo. Bapak Agung sebelumnya menyampaikan road map penelitian BPPT di bidang kesehatan yang salah satunya adalah pengembangan bahan baku obat herbal. BPPT mendukung pengembangan bahan baku obat dari alam Indonesia.


Selain itu BPPT juga akan mengembagkan bahan baku obat Amoxicillin dan Paracetamol. Menurut Dr. Raymond, pengembangan kedua bahan baku obat tersebut juga penting bagi Indonesia karena banyak digunakan pasien.


Selanjutnya Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Ibu Reri Indriani juga menyampaikan dukungan pihaknya terhadap pengembangan obat dari bahan alam. Dukungan Badan POM salah satunya adalah mempercepat uji klinis obat herbal yang sudah terbukti secara empiris.


Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan POM, kata Ibu Reri, sedang dalam pembentukan Formularium Nasional Herbal. Ibu Reri berpendapat, dengan adanya Fornas Herbal maka inovasi pengembangan obat dari bahan alam bisa ditingkatkan.


"Fornas obat herbal akan menjadi poin yang baik sekali untuk pengembangan obat herbal, kemudian juga dengan adanya dorongan untuk terus masuknya fitofarmaka di dalam JKN melalui penyusunan Fornas obat herbal ini tentu akan meningkatkan," tutur Ibu Reri.