Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  |  Fax. (+62-21) 7454 111

© 2020 Dexa Medica

Clindamycin

Kapsul

Komposisi:
CLINDAMYCIN 150 mg

 

Tiap kapsul mengandung:
Clindamycin HCl 163 mg setara dengan
Clindamycin base 150 mg

CLINDAMYCIN 300 mg
 

Tiap kapsul mengandung:
Clindamycin HCl 326 mg setara dengan
Clindamycin base 300 mg

Farmakologi:
Clindamycin merupakan antimikroba yang spektrumnya menyerupai linkomisin namun aktivitasnya lebih besar terhadap organisme yang sensitif. Clindamycin aktif terhadap Staphylococcus aureus, D. pneumoniae, Streptococcus pyogenes, Streptococci (kecuali Streptococcus faecalis). Streptococcus viridans dan Avtinomyces israelli serta aktif terhadap Bacteroides fragilis dan kuman patogen anaerob yang peka lainnya.
Clindamycin menghambat sintesa protein dengan cara mengikat pada gugus 50 S sub unit ribosomal bakteri.
Clindamycin diabsorpsi hampir lengkap pada pemberian per oral, dan kadar puncak 2-3 mcg/ml dicapai dalam 1 jam setelah pemberian 150 mg. Adanya makanan dalam lambung tidak mempengaruhi absorpsinya. Waktu paruhnya 2,7 jam. Clindamycin didistribusi secara baik ke berbagai cairan tubuh, jaringan dan tulang, kecuali ke cairan serebrospinal dan diekskresi melalui urin dan feses.

 

Indikasi:
Infeksi serius yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif terhadap Clindamycin terutama Streptokokus, Pneumokokus, Stafilokokus dan bakteri anaerob sepeti: infeksi serius saluran nafas bagian bawah, infeksi serius kulit dan jaringan lunak, osteomielitis, infeksi serius intra-abdominal.

 

Dosis:
Dewasa:

Infeksi serius: 150 mg - 300 mg setiap 6 jam
Infeksi yang lebih berat: 300 mg - 450 mg setiap 6 jam
Anak-anak:
Infeksi serius : 8-16 mg/kg BB/hari, terbagi 3-4 kali sehari.
Infeksi yang lebih berat : 16-20 mg/kg BB/hari, terbagi 3-4 kali sehari.
Untuk mencegah kemungkinan timbulnya iritasi esofageal, obat harus diminum dengan segelas air penuh. Pada infeksi Streptococci β-hemolytic, pemberian harus dilanjutkan sekurang-kurangnya 10 hari.

 

Peringatan dan perhatian:

  • Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui dengan pasti.

  • Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya super infeksi dengan bakteri dan jamur.

  • Selama penggunaan jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan hematologi, fungsi hati dan ginjal.

  • Hati-hati penggunaannya pada penderita kerusakan hati atau ginjal yang berat.

  • Hentikan pemakaian antibiotika ini, jika selama pengobatan timbul mencret secara berlebihan.

  • Terapi dengan clindamycin dapat menyebabkan kolitis berat yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu pemberian clindamycin dibatasi untuk infeksi serius dimana tidak dapat diberikan antimikroba yang kurang toksik misalnya eritromisin.

  • Clindamycin tidak boleh digunakan untuk infeksi saluran nafas bagian atas.

  • Pemberian pada bayi dan neonatus harus disertai pengamatan fungsi sistem organ yang tepat.

  • Karena clindamycin tidak dapat mencapai cairan serebrospinal dalam jumlah yang memadai, maka clindamycin tidak dapat digunakan untuk pengobatan meningitis.

  • Secara in vitro menunjukkan adanya antagonisme antara clindamycin dan eritromisin. Karena kemungkinan itu secara klinis dapat terjadi, maka kedua obat ini tidak boleh diberikan secara bersamaan.

  • Hati-hati pemberian pada penderita dengan riwayat penyakit saluran pencernaan terutama kolitis, serta penderita atopik.

  • Prosedur pembedahan harus sudah ditentukan sehubungan dengan digunakannya antibiotika ini.

  • Hati-hati penggunaan pada penderita yang mendapat terpai obat-obat penghambat neuromuskular karena dapat meningkatkan kerja obat-obat penghambat neuromuskular.

Efek samping:

  • Gangguan gastrointestinal : mual, muntah dan kolitis pseudomembranousa

  • Reaksi hipersensitif : pruritus, rash, urtikaria

  • Hati: jaundice, abnormalitas test fungsi hati

  • Ginjal: disfungsi ginjal (azotemia, oliguria, proteinuria)

  • Hematopoietic : neutropenia sementara (leukopenia), eosinofilia, agranulositosis, thrombositopenia

  • Muskuloskeletal: polyarthritis

 

Kontraindikasi:
Reaksi hipersensitif terhadap clindamycin HCl atau linkomisin.

 

Interaksi obat:

  • Antidiare, adsorbens.

  • Tidak dianjurkan penggunaan bersama-sama dengan kaolin atau attapulgite yang dikandung dalam obat antidiare.

 

Kemasan dan No. Reg.:
CLINDAMYCIN  150 mg
Kotak, berisi 10 blister @ 10 kapsul, No. Reg. GKL9805023701A1
CLINDAMYCIN  300 mg
Kotak, berisi 10 blister @ 10 kapsul, No. Reg. GKL9805023701B1

 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPANLAH DI TEMPAT KERING DAN SEJUK,

TERLINDUNG DARI CAHAYA.