Cisapride

Komposisi:
Tiap tablet mengandung:
Cisapride 5 mg

Tablet
Telah dilaporkan terjadi aritmia jantung yang serius pada pasien yang diobati dengan cisapride, meliputi ventricular tachycardia, ventricular fibrillation, torsades de pointes dan perpanjangan interval QT. Beberapa kasus yang terjadi adalah fatal.

Kasus-kasus tersebut terjadi pada:
Pasien yang menggunakan cisapride bersama dengan obat lain yang dapat menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4 yang memetabolisme cisapride, seperti antifungi azole, antibiotik makrolida, HIV protease inhibitor.

Pasien dengan faktor risiko, seperti pasien dengan riwayat perpanjangan interval QT, ventricular arrhythmia, penyakit jantung iskemik, gagal jantung kongestif, gangguan ginjal, gangguan elektrolit (hipokalemia, hypomagnesemia) dan gangguan pernapasan.

Pasien yang menggunakan cisapride bersama dengan obat-obat yang dapat memperpanjang interval QT dan meningkatkan risiko aritmia, seperti antiaritmia, antidepresan trisiklik, phenothiazine, astemizole dan sparfloxacin.

(lihat Kontraindikasi dan Interaksi obat)
Jangan melampaui dosis yang direkomendasikan

Cara kerja obat:
Cisapride merupakan antagonis reseptor serotonin yang menstimulasi motilitas saluran cerna dengan cara meningkatkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan bersihan asam esofagus.

Indikasi:
Dewasa:
Mengatasi gangguan motilitas saluran cerna, khususnya gastroparesis.

Refluks esofagitis.


Anak-anak:
Gastroesophageal reflux yang berat, apabila terapi lain tidak berhasil.

Kontraindikasi:
- Pasien hipersensitif atau intoleransi terhadap cisapride.
- Pasien dengan penyakit organik seperti perdarahan lambung atau usus, obstruksi mekanik atau perforasi.
- Penggunaan bersama dengan obat lain yang dapat menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4 yang memetabolisme cisapride seperti antifungi azole (fluconazole, miconazole, itraconazole, ketoconazole), antibiotik makrolida (erythromycin, clarithromycin), HIV protease inhibitor (indinavir, ritonavir), nefazodone.
- Penggunaan bersama dengan obat yang dapat memperpanjang interval QT dan meningkatkan risiko aritmia, seperti antiaritmia (kelas IA seperti quinidine dan procainamide; kelas III seperti sotalol), antidepresan trisiklik (amitriptyline), antidepresan tetrasiklik (maprotiline), antipsikotik (phenothiazine), astemizole, sparfloxacin.

Dosis:
Dewasa:
Dosis awal: 5 mg, 3-4 kali sehari.
Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimum 40 mg/hari, dalam 3-4 kali pemberian.

Anak-anak:
Dosis awal: 0,2 mg/kg BB, 3-4 kali sehari.
Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimum 0,8 mg/kg BB/hari dan tidak melebihi 20 mg/hari.
Dosis untuk anak sebaiknya tidak melebihi 5 mg setiap kali minum.

Untuk gangguan hati atau ginjal: dosis dikurangi menjadi ½ kali dosis harian yang direkomendasikan. Obat diminum 15 menit sebelum makan dan ketika akan tidur malam. Setiap 2 minggu pemakaian dilakukan evaluasi oleh dokter.

 

Peringatan dan perhatian:
- Lihat kotak peringatan.
- Setiap 2 minggu pemakaian harus dilakukan evaluasi oleh dokter.
- Pasien dengan atau yang diduga mempunyai faktor risiko aritmia jantung berikut ini, sebaiknya dievaluasi secara hati-hati sebelum menggunakan cisapride:

- Pada pasien seperti ini harus dilakukan EKG, pemeriksaan elektrolit serum (kalium dan magnesium) dan fungsi ginjal, sebagai bagian dari evaluasinya. Cisapride sebaiknya hanya digunakan dibawah pengawasan dokter, dimana harus dipertimbangkan risiko terhadap manfaat yang diperoleh.
- Hati-hati pada pasien dimana peningkatan motilitas gastrointestinal dapat membahayakan.
- Sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan, pertimbangkan manfaat dibandingkan risiko terhadap janin.
- Walaupun cisapride diekskresikan didalam ASI dengan jumlah kecil, sebaiknya ibu tidak menyusui bayi ketika menggunakan obat ini.

  • Riwayat penyakit jantung termasuk ventricular arrythmia yang serius, atrioventricular block (derajat II atau III), sinus node dysfunction, gagal jantung kongestif, penyakit jantung iskemik.

  • Riwayat keluarga yang mengalami kematian mendadak (sudden death).

  • Gangguan ginjal, terutama dialisis kronis.

  • Penyakit obstruksi paru kronik dan gangguan pernapasan.

  • Faktor risiko untuk gangguan elektrolit, seperti pada pasien yang menggunakan diuretik hemat kalium, yang dikaitkan dengan pemberian insulin pada keadaan akut atau pasien dengan muntah dan/atau diare yang persisten.

 

Efek samping:
- Pusing, muntah, faringitis, nyeri dada, lelah, nyeri punggung, depresi, dehidrasi dan mialgia.
- Dapat terjadi kram abdominal, borborigmus dan diare.
- Hipersensitivitas: ruam, pruritus, urtikaria, angioedema, bronkospasme.
- Pada kasus yang jarang, telah dilaporkan abnormalitas fungsi hati dengan atau tanpa kolestasis, hiperprolaktinemia yang menyebabkan ginekomastia dan galaktorea (<0,1%), convulsive seizure, efek ekstrapiramidal.
- Pernah dilaporkan: sinus tachycardia arrythmia, termasuk ventricular tachycardia, ventricular fibrillation dan perpanjangan QT (lihat Peringatan dan perhatian).

 

Interaksi obat:
- Penggunaan cisapride bersama dengan obat lain yang dapat menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4 yang memetabolisme cisapride, seperti antifungi azole (fluconazole, miconazole, itraconazole, ketoconazole), antibiotik makrolida (erythromycin, clarithromycin), HIV protease inhibitor (indinavir, ritonavir), nefazodone, dapat meningkatkan kadar cisapride dalam darah. (lihat Kontraindikasi).
- Penggunaan cisapride bersama dengan obat antiaritmia (kelas IA seperti quinidine dan procainamide; kelas III seperti sotalol), antidepresan trisiklik (amitriptyline), antidepresan tetrasiklik (maprotiline), antipsikotik (phenothiazine), astemizole, sparfloxacin dapat meningkatkan risiko aritmia dan memperpanjang interval QT. (lihat Kontraindikasi).
- Pasien yang mendapat obat antikoagulan, waktu koagulasi dapat meningkat. Untuk itu dianjurkan untuk mengukur waktu koagulasi selama beberapa hari setelah dimulai atau berhenti pengobatan dengan cisapride dan menyesuaikan dosis antikoagulan jika perlu.
- Absorpsi cimetidine, ranitidine dapat dipercepat bila diberikan bersamaan dengan cisapride. Pemberian cimetidine bersamaan dengan cisapride juga akan meningkatkan kadar puncak plasma dan biovailabilitas cisapride.
- Pemberian bersama dengan antikolinergik akan mengantagonis efek cisapride terhadap motilitas saluran cerna.

 

Overdosis:
Gejala overdosis seperti tremor, konvulsi, dispnea, kehilangan gerakan ke kanan, katalepsi, katatonia dan diare dapat dilakukan pengobatan dengan cara pengosongan lambung atau arang aktif.

 

Kemasan dan nomor registrasi:
Kotak, 10 blister @ 10 tablet, DKL

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30ºC, TERLINDUNG DARI CAHAYA

 

Diproduksi oleh:
PT Dexa Medica

Head Office Titan Center 3rd Floor, Jalan Boulevard Bintaro Block B7/B1 No. 05 , Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang 15224, Indonesia

Tel. (+62-21) 7454 111  |  Fax. (+62-21) 7454 111

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

       © 2020 Dexa Medica