News Update
» News Update Index
• Reseksi Tumor Dinding Posterior Faring dengan Teknik Transpalatal & Transhioid -Lateral Faringotomi
01-02-2010
Metode transhioid faringotomi mampu menjangkau tumor yang sudah masif ke hipofaring. Keuntungan teknik ini adalah dapat mempertahankan kontinuitas mandibula dan dapat melakukan penutupan primer pada defek, tetapi memerlukan pemeriksaan secara cermat lokasi tumor melalui palpasi, pemeriksaan radiologi dan endoskopi.
Tumor faring merupakan suatu tantangan bagi ahli THT, karena faring adalah bagian integral dari traktus aerodigestif bagian atas. Faring adalah kesatuan antara nasofaring, orofaring dan hipofaring yang hampir tidak nampak batas-batasnya secara anatomik dan fungsional.
Struktur-struktur di atas memiliki fungsi yang multipel, seperti berbicara dan menelan, pertahanan imunologik dan respirasi. Tumor pada stadium lanjut akan menganggu fungsi-fungsi tersebut. Menurut asal tumor, biologi dan stadium pada saat ditemukan, sifat-sifat tumor faring bervariasi dari yang jinak, sampai ganas dan membutuhkan lebih dari satu jenis penanganan. Pencegahan dan diagnosis dini sangat penting supaya prognosis dan hasil fungsional operasi lebih baik.
Evaluasi dan penanganan tumor faring memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang anatomi dan embriologi yang relevan, keuntungan dan kelemahan sistem staging tumor, faktor etiologi, histopatologi, biologi tumor dan sifat-sifat klinis tumor. Pengetahuan yang baik mengenai beberapa pilihan terapi bedah dan non bedah sangat penting untuk melakukan konsultasi dengan pasien dan merencanakan terapi.
Di seluruh dunia, kira-kira ditemukan 390,000 kasus baru kanker cavum oris dan faring yang didiagnosis setiap tahun. Insidens tumortumor ini sangat tinggi di Asia Tengah, Afrika Selatan, dan Eropa. Data dari negara berkembang menunjukkan bahwa insidensnya pun meningkat.
Di Amerika Serikat, insiden kanker mulut dan faring adalah 11,9/100,000 populasi per tahun dengan rerata 30,000 kasus baru per tahun. Insidens menurut umur dan angka mortalitas akan meningkat sesuai peningkatan umur dan lebih tinggi 3 kali lipat pada pria dibandingkan dengan wanita.
Gejala dapat dibagi ke dalam tanda-tanda awal dan tanda-tanda lanjut. Tanda-tanda awal tumor faring sering diabaikan oleh penderita. Gejala-gejala tersebut berupa iritasi tenggorok, rasa terbakar bila memakan makanan yang asam-asam, benjolan pada leher dan odynophagia. Nyeri alih telinga unilateral juga sering ditemukan. Hemoptisis atau perdarahan melalui mulut juga dapat terjadi.
Tanda-tanda lanjut meliputi disfagia, disartria atau “Hot Potato Voice”, trismus, gejala sumbatan jalan napas, otitis media serosa akibat sekunder dari obstruksi tuba eustasius, dan penurunan berat badan.
Dikutip dari Reseksi Tumor pada Dinding Posterior Faring dengan Teknik Pendekatan Transpalatal dan Transhioid -Lateral Faringotomi, tulisan Sutji Pratiwi Rahardjo, Eryadi Djamzuli, Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, seperti dimuat di majalah Medicinus Edisi Juli - September 2008, Hal. 66. Artikel selengkapnya dapat ditemukan di http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals