News Update
» News Update Index
• OMSK: Infeksi Telinga Tengah yang Bisa Menjadi Kronis
25-01-2010
Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan penyakit telinga tengah yang dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan fungsi pendengaran permanen. Apabila tidak ditangani, maka penyakit ini dapat mengancam jiwa penderita jika perluasan penyakit ke intraranial.
Pemeriksaan radiologi, foto polos mastoid dan CT-Scan mastoid potongan axialpra-operasi sangat penting dalam mendeteksi perluasan penyakit dan dalam merencanakan tindakan terbaik yang akan dilakukan untuk kesembuhan penderita.
OMSK adalah penyakit telinga tengah di mana terjadi peradangan kronis dari telinga tengah dan mastoid disertai perforasi dari membran timpani yang permanen disertai sekret (otore) yang hilang timbul dengan konsistensi encer atau kental, bening atau berupa nanah (mukopurulen) berlangsung lebih dari 2 bulan.
Prinsip terapi OMSK adalah konservatif atau dengan medikamentosa serta operatif/pembedahan. Ada beberapa jenis pembedahan atau teknik operasi yang dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronik baik tipe aman atau bahaya, antara lain (1) mastoidektomi sederhana; (2) mastoidektomi radikal; (3) mastoidektomi radikal dengan modifikasi; (4) miringoplasti; (5) timpanoplasti; (6) timpanoplasti pendekatan ganda (combined approach tympanoplasty)
Tujuan utama dalam timpanoplasti pendekatan ganda (combined approach tympanoplasty) adalah untuk membersihkan semua jaringan patologis dimana anatomi dari meatus eksternus termasuk sulkus timpani utuh. Kavum mastoid dibuka untuk menghindari sistem aerasi yang tertutup. Aerasi dapat diperoleh dengan membersihkan penyumbatan antara kavum timpani, antrum dan sistem sel mastoid.
Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit infeksi telinga tengah supuratif menjadi kronis sangat bervariasi, antara lain: 1) Gangguan fungsi tuba Eustachius yang kronis akibat: a. Infeksi hidung dan tenggorok yang kronis atau berulang, b. Obstruksi anatomik tuba Eustachius parsial atau total; 2) Perforasi membran timpani yang menetap; 3) Terjadinya metaplasia skuamosa atau perubahan patologik menetap lainnya pada telinga tengah; 4) Obstruksi menetap terhadap aerasi telinga tengah atau rongga mastoid; 5) Terdapat daerah-daerah dengan sekuester atau osteomielitis persisten di mastoid; 6) Faktor-faktor konstitusi dasar seperti alergi, kelemahan umum atau perubahan mekanisme pertahanan tubuh.
Dikutip dari Timpanoplasti Pendekatan Ganda pada Otitis Media Supuratif Kronik dengan Jaringan Granulasi, tulisan M. Fadjar Perkasa, Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran UNHAS/RS. dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, seperti dimuat di majalah Medicinus, Edisi Maret-Mei 2009, hal 17. Artikel lengkap dapat dibaca di: http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals