April, 30 2019

Menuju 50 tahun dedikasi sebagai perusahaan inovasi dan riset farmasi Nasional yang berbakti di sektor kesehatan di Indonesia, Dexa Group melalui Dexa Medica bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Leher (Perhati-KL) DKI Jakarta menggelar Symposium and Workshop Update Management in Otorhinolaryngic Allergy. Kerjasama dalam simposium ini sebagai bentuk komitmen Dexa Group dalam mendedikasikan keahlian dalam promosi kesehatan. "Dexa Medica mengucapkan banyak terima kasih  atas kepercayaan dan dukungannya selama 26 tahun telah bekerja sama dengan Perhati. Ini salah satu bentuk komitmen kami sebagai perusahaan yang mendedikasikan keahlian dalam promosi kesehatan," ungkap Bapak V Herry Sutanto, Commercial Director Dexa Medica, dalam sambutannya di acara pembukaan simposium di Ballroom Hotel Sheraton Grand, Gandaria, Jakarta, Minggu, 28 April 2019. Salah satu bentuk kerja sama Dexa Medica dengan Perhati adalah diluncurkannya produk Rhinos SR pada tahun 2000. Kini Rhinos SR memimpin pasar untuk obat untuk terapi rhinitis alergika. Sebelumnya, Ketua Perhati DKI Jakarta (Perhati Jaya) dr. Niken Poerbonegoro, Sp.THTKL (K) menyambut baik terselenggaranya simposium ini. "Terima kasih kepada Dexa Medica atas terselenggaranya acara ini," ungkap dr. Niken. Simposium ini terdiri dari tiga sesi dengan para pembicara yang merupakan dokter spesialis. Sesi pertama diisi oleh Prof Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dengan moderator adalah dr. Ika D Mayangsari, Sp.THTKL (K). dr. Zakiudin memaparkan tentang potensi alergi pada seseorang yang dimulai sejak dalam kandungan. Menurut dr. Zakiudin, bayi yang lahir dengan proses caesar relatif lebih berisiko memiliki alergi bawaan. "Bayi yang lahir pervaginal (normal) akan berinteraksi dengan kuman-kuman baik yang akan menetralisir," papar dr. Zakiudin. dr. Zakiudin juga menjelaskan bahwa saat ini dirinya tengah meneliti pencegahan alergi. Lebih lanjut mengenai obat kemudian dijelaskan oleh dr Niken yang jadi pembicara berikutnya. Di sesi kedua, dr. Nina Irawati, Sp.THTKL (K) membahas mengenai pengobatan pilihan untuk sumbatan hidung pada rinitis alergi dan dr. Kartika Dwiyani, SpTHTKL membahas soal tren terkini dalam manajemen rinosinusitis kronis . Adapun selaku moderator pada sesi ini adalah dr. Vika Aryan Sari, SpTHTKL. "Kita harus mengenali, apakah rhinosinusitis yang dialami pasien kronik atau akut sebelum memberikan antibiotik," tutur dr. Kartika. Sesi terakhir diisi dengan diskusi panel dengan tema United Airway Disease Related with ENT Disease dengan moderator dr. Ena Sarikencana, SpTHTKL. Para panelis yakni dr Zakiudin, Dr. dr. Fauziah Fardizza, Sp.THTKL (K), dan dr. Diana Rosalina, Sp.THTKL (K). Di tengah acara, PT Dexa Medica memperkenalkan produk baru kartikosteroid mometasone furoate nasal spray, Modexa. Mometasone furoate adalah glukokortikoid topikal yang memiliki efek antiinflamasi lokal. Modexa akan masuk ke pasaran pada awal Mei 2019. Selain memperkenalkan Modexa, pada acara ini juga dipaparkan produk lainnya yang sudah dikenal lebih dahulu yakni Deslotine, Nasalin, dan juga Rhinos SR. Deslotine merupakan antihistamin nonsedatif. Kemudian Nasalin yang merupakan nasal spray untuk mencuci hidung yang terbuat dari air laut murni. Sedangkan Rhinos SR merupakan obat untuk mengobati gejala alergi dan kongesti hidung dengan teknologi multi partikel sustained-release yang aman.