November, 22 2018

Untuk meningkatkan kapasitas regulasi dan produksi industri farmasi dalam memenuhi kemandirian dan keterjangkauan obat termasuk vaksin pada negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Badan Pengawas Obat dan Makanan RI mengadakan Pertemuan Pertama Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara OKI. Dexa Medica turut berpartisipasi dengan membuka booth pada acara yang diadakan di Hotel Fairmont Jakarta, 21-22 November 2018.

 
Pertemuan yang mengambil tema “Perkuatan Kolaborasi antar Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara OKI menuju Kemandirian Obat dan Vaksin” ini bertujuan menghasilkan kesepakatan terkait strategi perkuatan kolaborasi otoritas regulatori obat negara OKI dalam rangka mempercepat kemandirian obat dan vaksin di negara OKI.
 
Acara resmi dibuka oleh Menteri Kesehatan, Ibu Nila Moloek, Kepala BPOM RI, Ibu Penny Lukito dan perwakilan Sekretariat OKI dihadapan peserta yang dihadiri oleh 32 negara anggota OKI, institusi OKI, mitra pembangunan internasional (WHO, UNICEF dan IDB), serta asosiasi industri farmasi dan vaksin dari negara anggota OKI, termasuk PT Dexa Medica. Pertemuan juga ini dihadiri oleh CEO Dexa Group, Bapak Ferry Soetikno, beserta jajaran manajemen Dexa Group.
 
Dalam pidatonya, Ibu Penny berharap Kerja sama ini bisa dilakukan untuk pengembangan produk baru bersama-sama atau produk vaksin jenis tertentu yang belum dapat diproduksi di kawasan OKI. “Kita bisa piloting bersama-sama, dan diharapkan juga dapat meningkatkan pengembangan produk obat biologi, dan bioteknologi, serta obat bahan alam (jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka), terlebih dengan kekayaan keanekaragaman alam Indonesia.” ujar Ibu Penny.

Booth Dexa mempromosikan produk-produk unggulan Dexa Medica. Para pengunjung terlihat antusias melihat produk-produk yang telah dihasilkan oleh Dexa Medica.  Corporate Communications Dexa Medica